Senin, 20 Januari 2020

LEGALIZATION OF POST MARRIAGE DOCUMENTS - MIXED MARRIAGE (INDONESIAN-INDIAN COUPLE)


PROSES LEGALISASI DOKUMEN SETELAH PERNIKAHAN TANPA CALO


Hi Guys,

Welcome back here ^_^

Postingan ini aku mau berbagi tentang cara-cara melegalisir buku nikah di 3 kementerian dan kedutaan. Sebagai informasi, buku nikah yang di keluarkan KUA harus di legalisir 3 kementerian dan kedutaan agar bisa di akui secara International.
Untuk pasangan muslim, setelah menikah akan menerima buku nikah dari KUA (sorry kalau agama selain Islam aku kurang paham, kayaknya sih kalau gak salah, pasangan non-muslim dapet akta pernikahan dari catatan sipil). Di sini aku mau berbagi pengalaman aku aja ya, karena aku muslim dan juga menikah secara muslim jadi setelah nikah aku dapetnya buku nikah dari KUA.

Langsung aja ya Guys ke tahapan legalisir.

1.       Legalisir Fotokopi Buku Nikah di KUA
Tanggal 3 Desember 2019, aku ke KUA Cakung karena KUA Cakung yang mengeluarkan buku nikah aku. Dokumen yang perlu di bawa :

a.           Buku nikah asli (suami dan istri)
b.           Fotokopi buku nikah 10 rangkap (sebelum di fotokopi kalian harus memastikan bahwa semua data yang tertera di buku nikah sudah sesuai dan juga pastikan kolom mahar sudah di isi, tidak boleh kosong, jika kolom mahar masih kosong, kamu harus minta agar petugas KUA menginput data mahar kamu di buku nikahnya dulu, jika sudah baru deh di fotokopi buku nikahnya)

Pas dateng ke KUA bilang aja ke petugasnya mau minta legalisir di fotokopi buku nikah. Prosesnya tergantung KUAnya ya. Kebetulan KUA Cakung agak resek, pada saat aku dateng di bilangnya Kepala KUA lagi gak ada, besok aja di ambil hasil legalisirnya eh pas aku udah di jalan pulang di telepon katanya udah kelar di legalisir, ngeselin banget deh pokoknya, bikin jadi bolak-balik dan buang-buang ongkos grab hufft. Dan seharusnya tidak bayar alias gratis tapi petugasnya minta duit, aku kasih deh Rp 20.000 karena aku males berdebat.

2.       Legalisir di Kementerian Agama
Tanggal 4 Desember 2019, aku Kementerian Agama (alamatnya di Jl. M. H. Thamrin No 6 Jakarta Pusat lantai 9). Dokumen yang di bawa :

a.           Buku nikah asli (suami dan istri)
b.           Fotokopi buku nikah yang udah di legalisir KUA 3 rangkap
c.            Fotokopi paspor WNA (dhi paspor suami aku)
d.           Fotokopi KTP WNI (dhi ktp aku)
e.           Fotokopi NOC For Marriage (Surat single suami yang dulu di pake pas mau daftar nikah di KUA)
f.            Formulir (ini nanti di kasih kok sama petugasnya)

Formulir dari staff Kementerian Agama

Kementerian Agama Lt 9 (tempat untuk legalisasi dokumen)

Syarat untuk legalisasi dokumen di Kementerian Agama
Prosesnya kurang lebih 30 menit, oiya kalau mau legalisir paling lambat jam 14.00 ya dan pakai baju yang sopan karena untuk wanita kalau pakai rok di atas dengkul tidak boleh masuk (gitu sih kata resepsionisnya). Tidak ada biaya alias GRATIS.

3.       Legalisir di Kementerian Hukum dan HAM
Tanggal 4 Desember 2019 setelah buku nikah sudah di legalisir Kementerian Agama, langkah selanjutnya adalah menginput data di Kementerian Hukum dan HAM.

Tahapannya :
a.           Buka website https://ahu.go.id/
b.           Klik “legalisasi”
c.            Klik “Pemohon”
d.           Klik “registrasi”
e.           Input data seperti nama lengkap, jenis kelamin, nomor handphone, nomer identitas, username, email, password, ulangi password, masukkan kode verifikasi
f.            Klik “daftar”
g.           Nanti akan terima email verifikasi dari Kemenkumham (cek email kamu)
h.           Setelah email sudah terverifikasi baru deh bisa mulai input dokumen.

Caranya :
a.           Buka website https://ahu.go.id/
b.           Klik “legalisasi”
c.            Klik “Pemohon”
d.           Klik “Login”
e.           Input “username” dan “password”
f.            Klik “Login
g.           Klik “main menu”
h.           Klik “Beranda”
i.             Klik “Permohonan”
j.             Klik “Daftar Permohonan”
k.           Klik “Buat Permohonan”
l.             Input data seperti nama lengkap, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, nomor handphone, email, nomor identitas, kewarganegaraan pemohon, alamat dan klik “berikutnya”
m.         Klik “Jenis Dokumen”
n.           Pilih “Dokumen Pernikahan”
o.           Input nomor dokumen
p.           Pilih jumlah dokumen
q.           Pilih tanggal dokumen
r.            Input nama pejabat yang menandatangani dokumen
s.            Jabatan si pejabat yang menandatangani dokumen
t.            Instansi penerbit dokumen
u.           Negara tujuan
v.           Wilayah tempat pencetakan sticker
w.         Lalu upload deh foto dokumen yang mau di legalisir
x.           Klik “Simpan dan Lanjutkan”

Setelah itu menunggu dokumen di verifikasi. Jika sudah di verifikasi, akan menerima kode pembayaran, print kode pembayarannya.

Tanggal 5 Desember 2019 aku dateng ke Kementerian Hukum dan HAM yang alamatnya di Gedung CIK’s di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat (kalau naik kereta turun aja di stasiun cikini dan jalan kaki ke Gedung CIK’s, kalau gak mau ribet langsung aja pake ojek online haha).
Dokumen yang harus di bawa :
a.       Buku nikah suami dan istri (asli) yang sudah di legalisir oleh KUA dan Kementerian Agama
b.      Fotokopi buku nikah yang sudah di legalisir oleh KUA dan Kementerian Agama
c.       Fotokopi paspor WNA (dhi paspor suami aku)
d.      Fotokopi KTP WNI (dhi KTP aku)
e.      Kertas kode pembayaran yang dari website Kementerian Hukum dan HAM

Tahapannya :
a.       Pas masuk langsung aja ambil nomer antrian (di samping resepsionis ada mesin cetak nomer antrian)
b.      Setelah itu langsung aja masuk ke ruangan (letak ruangannya deket dari mesin cetak itu kok)
c.       Pas masuk ke ruangan itu, langsung aja ke bank pembayarannya, di sana ada 2 bank yaitu BNI dan BJB. Tinggal pilih mau yang mana, waktu itu aku pilih BNI, jadi aku langsung ke loket BNI dan menyerahkan kertas print kode pembayarannya.
d.      Bayar deh, biaya legalisir itu Rp 50.000/lembar (legalisirnya berbentuk sticker ya Guys). Waktu itu aku legalisir 4 dokumen yaitu buku nikah istri, buku nikah suami dan fotokopi buku nikah 2 lembar jadi total biaya yang aku bayarkan Rp 200.000).
e.      Teller bank akan memberikan bukti bayar dan selanjutnya nunggu deh nomer antrian yang tadi di ambil.
f.        Setelah nomer di ambil, akan di informasikan harus ke loket berapa. Langsung aja samperin loketnya pas di panggil
g.       Serahkan bukti bayar yang dari bank dan nomer antrian ke Petugas loket
h.      Petugas loket akan memverifikasi ulang perihal jumlah sticker yang kita minta
i.         Selanjutnya petugas loket akan memberikan stickernya ke kita

Nomor antrian di Kementerian Hukum dan HAM
Pas nerima stickernya aku agak bingung gimana cara nempelnya karena di buku nikah asli sudah tidak ada lembar kosong. Akhirnya petugasnya bantuin aku masangin stickernya, jadi di tambahin kertas putih gitu di dalem buku nikah aku dan stickernya di tempel di kertas putih itu. Petugasnya ramah dan baik.
Proses untuk legalisir di Kementerian Hukum dan HAM adalah 2 hari (1 hari input dokumen di website dan 1 hari ngambil stickernya di Gedung CIK’s). Tapi semuanya tergantung dari kelengkapan dokumennya ya, jika dokumen lengkap dan sesuai maka verifikasi bisa cepet tapi jika tidak sesuai bisa di tolak gitu sama Kementerian Hukum dan HAM nya. Tapi Alhamdulillah dokumen aku sesuai jadi bisa dapetin legalisir ini dalam waktu 2 hari. Biayanya itu Rp 200.000 untuk buku nikah suami, buku nikah istri dan 2 fotokopi buku nikah (Harga stickernya Rp 50.000/lembar)

4.       Legalisir di Kementerian Luar Negeri
                Tanggal 5 Desember 2019, setelah aku dapet legalisir dari Kementerian Hukum dan HAM, selanjutnya aku daftar untuk dapetin legalisir Kementerian Luar Negeri.
Tahapannya :
a.       Install aplikasi “Legalisasi Dokumen” (developernya DitjenProtokol & Konsuler) dari Google apps store
b.      Selanjutnya registrasi dulu ya
c.       Setelah registrasi berhasil, lanjut klik “Buat Permohonan”
d.      Klik simbol orang di bagian kanan bawah
e.      Klik “KEMLU”
f.        Pilih Negara tujuan
g.       Klik tanda “+”
h.      Lalu pilih dokumen apa yang mau di legalisir (aku pilih “akte nikah”)
i.         Klik tanda “+”
j.        Lalu pilih dokumen yang mau di upload (jadi sebelum memulai proses ini, kamu foto dulu buku nikah yang sudah di legalisir Kementerian Hukum dan HAM)
k.       Lalu pilih tanda panah ke kanan
l.         Lalu isi no pengesahan, nama pengesah, lembaga (cek sticker dari Kementerian Hukum dan HAM, input data berdasarkan sticker itu)
m.    Lalu klik tanda cek list
n.      Selanjutnya menunggu verifikasi, jika sudah di verifikasi akan menerima notifikasi.
o.      Jika sudah menerima notifikasi, akan di informasikan data untuk pembayaran
p.      Lanjut bayar, waktu itu aku bayar melalui mobile banking bni (aku screenshoot setelah pembayaran berhasil)
q.      Lalu buka lagi aplikasi “Legalisasi Dokumen”
r.        Klik “Upload Bukti Pembayaran”
s.       Setelah itu nunggu lagi pembayaran di verifikasi
t.     Jika pembayaran berhasil di verifikasi, akan menerima notifikasi kapan sticker legalisir bisa di ambil. (jangan lupa di screenshot lalu di print)

Notifikasi setelah dokumen di verifikasi dan juga informasi perihal biaya yang harus di bayar
Notifikasi setelah pembayaran di verifikasi dan di validasi

Tanggal 9 Desember 2019, aku dateng ke Kementerian Luar Negeri di Jalan Taman Pejambon
No 6 Jakarta Pusat. Waktu itu aku kesana naik ojek online ya jadi kurang tahu kalau naik bus.

Dokumen yang di bawa (jangan lupa dokumennya taro di map ya) :
a.       Print bukti pembayaran (screenshoot dari mobile banking BNI)
b.      Notifikasi pembayaran valid dari aplikasi Kemenlu
c.      Buku nikah asli suami dan istri yang sudah di legalisir oleh KUA, Kementerian Agama dan Kementerian Hukum dan HAM
d.      Fotokopi buku nikah yang sudah di legalisir oleh KUA, Kementerian Agama dan Kementerian Hukum dan HAM
e.      KTP (karena nanti pas masuk KTP akan di tukar ke kartu pengunjung di satpam)

Nomor antrian di Kementerian Luar Negeri
Tahapannya :
a.       Ambil nomer antrian
b.      Nunggu nomer di panggil
c.       Setelah di panggil, serahkan map dokumen ke petugas
d.      Petugas akan menyuruh kita duduk dan petugas akan melakukan pengecekan
e.      Nunggu di panggil lagi
f.        Setelah di panggil, dokumen akan di kembalikan ke kita tapi dokumennya sudah di tempel sticker Kemenlu.

Proses untuk legalisir di Kementerian Luar Negeri adalah 3 hari (1 hari input dokumen di aplikasi, 1 hari proses verifikasi data serta pembayaran, dan 1 hari ngambil stickernya di Gedung Kemenlu). Tapi semuanya tergantung dari kelengkapan dokumennya ya.. Tapi Alhamdulillah dokumen aku sesuai jadi bisa dapetin legalisir ini dalam waktu 3 hari. Biayanya itu Rp 100.000 untuk buku nikah suami, buku nikah istri dan 2 fotokopi buku nikah (Harga stickernya Rp 25.000/lembar)

5.       Legalisir di Kedutaan India
                Tanggal 23 Desember 2019, aku ke kedutaan India di Jl H.R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (kalau naik transajakarta turun aja di halte Patra Kuningan/Kuningan Timur, dari halte tinggal jalan kaki ke kedutaan).
Dokumen yang di bawa :

a.       Buku nikah suami dan istri asli yang sudah di legalisir KUA, Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri

b.      Fotokopi buku nikah istri yang sudah di legalisir KUA, Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri (1 rangkap)

c.       Fotokopi buku nikah suami yang sudah di legalisir KUA, Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri (1 rangkap)

d.      Fotokopi paspor WNA India (dhi paspor suami)

e.      Fotokopi WNI (dhi fotokopi KTP aku)

f.        Formulir (nanti di kasih sama petugasnya)


Tahapannya :

a.       Ambil nomer antrian

b.      Isi formulirnya

c.       Nunggu di panggil

d.      Setelah di panggil, serahkan dokumen ke petugasnya

e.      Nanti petugasnya akan memberikan nota pembayarannya

f.        Lanjut ke loket pembayaran, bayar deh

g.       Setelah itu akan di kasih bukti pembayaran lunas

Kwitansi Pembayaran di Kedutaan India
Tanggal 24 Desember 2019, aku balik lagi ke Kedutaan India, tujuannya adalah ambil buku nikah yang sudah di legalisir. Untuk pengambilan di mulai dari jam 16.00-16.30 ya. Pas dateng langsung aja bilang ke satpamnya mau ambil buku nikah legalisir, nanti di suruh isi data di buku besar dan di kasih buku nikah yang sudah di legalisir trus kita di suruh tandatangan dan tulis nomer handphone serta nama dan tanggal di kertas tanda terima gitu. Udah deh kelar. Alhamdulillah.
Proses untuk legalisir di Kementerian Luar Negeri adalah 2 hari (1 hari submit dokumen dan 1 hari pengambilannya). Biaya legalisir untuk 2 buku nikah (istri dan suami) Rp 784.000.

Oke Guys jadi seperti itulah proses legalisasi dokumen setelah menikah. Jadi total waktu yang di perlukan untuk proses legalisasi ini adalah 9 hari. Biaya totalnya Rp 1.104.000 (KUA Rp 20.000, Kemenkumham Rp 200.000, Kemenlu Rp 100.000 dan kedutaan Rp 784.000). Ini belum termasuk biaya fotokopi dan transportasinya ya hahaha.

Thank you ya sudah mampir ke blog aku, semoga informasi ini bermanfaat ya.

Find me on
IG @Sheisrizki
Youtube “QNaInLove RN”