Minggu, 18 Agustus 2019

CARA PEMBAHARUAN AKTE KELAHIRAN (DWI BAHASA)


Hai Guys, apa kabar? Setelah lama gak update di blog haha. Kali ini aku mau sharing gimana caranya dapet akte kelahiran versi baru. Jadi untuk kalian yang ingin sekolah di Luar Negeri/kerja di Luar Negeri/pindah ke Luar Negeri, ada beberapa kedutaan asing tidak menerima akte kelahiran keluaran tahun lama, dalam kata lain, mereka hanya menerima akte kelahiran dengan tahun penerbitan maksimal 6 bulan. Sebagai contoh, aku lahir tahun 1989, akte kelahiran aku terbitan tahun 1989, jadi kalau aku mau punya akte kelahiran dengan terbitan tahun 2019 maka aku harus mengurus pembaharuan akte kelahiran. Keuntungan lainnya adalah akte kelahiran versi baru ini menggunakan 2 bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) jadi untuk keperluan Luar Negeri gak perlu lagi translate di sworn translator (penterjemah tersumpah). Lumayan kan bisa menghemat karena translate dokumen dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris di sworn translator itu paling murah Rp 90.000 per lembar. Biar gak kebanyakan basa-basinya ^_^ langsung aja ya Guys.

Di mana ngurus pembaharuan akte kelahiran?
Di Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil atau biasa di singkat Disdukcapil sesuai KTP ya Guys. Untuk KTP Jakarta, aku sarankan ke Disdukcapil Pusat aja yang di Letjen S. Parman Street No.7, RT.3/RW.8, Tomang, Grogol petamburan, Jakarta Barat, Jakarta 11440.

Gimana cara ke Disdukcapil Provinsi DKI Jakarta?
Kalau mau cara gampang ya pastinya naik ojek online ^_^ Tapi aku naik transportasi umum. Aku berangkat dari kantor jam 08.00 (karena emang izin dari kantor sebentar ^_^ Kantor aku di daerah Sudirman). Jadi dari kantor jalan kaki ke arah halte busway dukuh atas 4 (haltenya deket jembatan yang mau ke Tosari, kalau kalian naik kereta turun di Stasiun Sudirman, trus keluar dan lewat terowongan blora trus naik tangga ke atas, nah haltenya di situ deh, bentuk haltenya bukan seperti halte busway yang biasanya ya, tapi hanya ada plang doank di pinggir jalan). Dari situ naik busway dengan kode GR1 tujuan harmoni, kalian bisa naik busway apa aja yang tujuannya Harmoni, busway GR1 ini GRATIS haha aku juga baru tahu kalau ada busway gratis, jadi pastinya donk aku naik busway GRATIS-an haha. Setelah nyampe di halte bus Harmoni, langsung jalan kaki lurus aja ke arah lampu merah, trus belok kiri, jalan lurus sedikit, ada halte bus (deket kantor pajak petojo), nah tunggu aja Bus Patas 157. Lumayan agak lama nunggu busnya. Nah naik bus Patas 157, bilang ke keneg nya turun di dinas pendudukan ya, biar gak kelewatan. Bayar Rp 5.000. Pokoknya busnya berhenti di depan Disdukcapil persis, jadi gak perlu jalan kaki jauh deh ^_^
 
Bus Gratis :)
          Alternatif lain : Bisa naik busway Grogol2 dari halte busway dukuh atas, trus turun di halte busway S. Parman Podomoro City, lalu jalan kaki ke Disdukcapilnya. Tapi ini agak jauh jalan kakinya.
           Nah pas pulangnya, dari Disdukcapil keluar pager belok kiri dan jalan kaki lurus aja sampai ke halte busway S. Parman Podomoro City, nah dari situ naik busway ke arah Tugas/Rawamangun dan aku turun di halte busway Dukuh Atas deh. Dari halte itu jalan kaki ke kantor. Sampe kantor jam 10.00. Ongkosnya Rp 3.500.
          Alternatif lain : Bisa naik busway kode 3F turun di Gelora Bung Karno, dari situ lanjut deh naik busway GR1 busway gratis yang tujuan Harmoni, tapi turun di halte dukuh atas 4, trus jalan kaki deh ke kantor.
         Pas nunggu busway di halte S. Parman Podomoro City, busway 3F lama banget gak dateng-dateng jadi aku milih naik busway yang arah Tugas/Rawamangun deh.

Ongkosnya cuma Rp 8.500 PP ^_^ Murahhh kan.

Apa aja yang harus di bawa ke Disdukcapil?
           Sebelum berangkat ke Disdukcapil, aku googling dulu, dari hasil googling yang harus di bawa :

1.      Akte Kelahiran (fotokopi 1 lembar dan aslinya bawa)

2.      KK (fotokopi 1 lembar dan aslinya bawa)

3.      Fotokopi buku nikah orangtua (1 lembar)

4.      KTP Pribadi (fotokopi 1 lembar dan aslinya bawa)

5.      Fotokopi KTP orangtua (1 lembar)

6.      Ijazah SD, SMP, SMA, Universitas (fotokopi maisng-masing 1 lembar dan aslinya bawa)

7.      Materai 6.000 (1 lembar)


Tapi pas aku sampe Disdukcapil (prakteknya), petugasnya cuma minta :

1.      Akte Kelahiran (fotokopi 1 lembar dan aslinya bawa)

2.      Fotokopi KK (1 lembar)

3.      Fotokopi buku nikah orangtua (1 lembar)

4.      Fotokopi KTP pribadi (1 lembar)

5.      Materai 6.000 (1 lembar yang akan di tempel di formulir surat pernyataan)


Gimana ceritanya?
          Jadi aku dari kantor ke Disdukcapil naik busway GR1, lanjut naik bus patas 157, sampai di Disdukcapil, ambil nomor antrian, isi nama dan nomor KTP di mesin nomor antrian, setelah itu langsung duduk aja nunggu nomor antrian di panggil.
Nomor Antrian
         Setelah di panggil, petugas (Nama petugasnya Mba Ega) akan minta dokumen yang di perlukan, lalu petugas akan memberikan formulir untuk di isi, ada 3 formulir, kita bisa balik duduk di ruang tunggu sambil isi formulir dan petugas akan cek data kita di bagian arsip. Setelah isi formulir nunggu lagi nama di panggil. 
 
Formulir Lembar 1

Formulir Lembar 2

Formulir Lembar 3 (Yang di tempel materai)

Setelah nama di panggil, kita serahkan formulir yang sudah di isi dan di tempel materai. Dan petugas akan mengambil akte kelahiran yang asli. Lalu kita akan di kasih kertas untuk pengambilan akte kelahirannya. Aku dateng ke Disdukcapil tanggal 16 Agustus 2019 dan tanggal 27 Agustus 2019, aku di suruh whatsapp ke nomor yang ada di kertas pengambilan, untuk tanya apakah akte kelahiran sudah bisa di ambil atau belum, jika sudah bisa di ambil, maka bisa datang lagi ke Disdukcapil dengan membawa kertas pengambilannya. 


Kertas Pengambilan
Prosesnya cepet banget Guys, aku sampe di Disdukcapil jam 08.00 dan proses selesai jam 09.05. Semua ini GRATIS ya, sama sekali gak ada biaya.
Suasana Disdukcapil Pusat
Terima kasih sudah mampir di blog aku, semoga informasi ini membantu ya ^_^ Kalau mau tau bagaimana cara pengambilan dan legalisir Akta Kelahiran, silahkan klik link berikut https://kimberliajadeh.blogspot.com/2019/08/legalisir-akta-kelahiran-di-disdukcapil.html

Find me on
Instagram @sheisrizki
Youtube channel "QNaInLove RN"

9 komentar:

  1. kalo ga ada Fotokopi buku nikah orangtua bisa ga ya? soalnya udah ilang.. itu syaratnya harus ya?

    BalasHapus
  2. Halo mba, mau tanya apa proses di duscakpil itu harus menyesuaikan sama akta nya keluaran mana? Misal kota jogja, brti pembaharuannya di duscakpil jogja ya?
    Terima kasih

    BalasHapus
  3. Kalau akta nya Jakarta pusat, tapi KTP ku KTP Tangerang. Legalisir nya di disukcapil pusat atau di Disdukcapil Jakarta pusat ya?

    BalasHapus
  4. Disdukcapilnya wilayah tempat kita lahir atau sesuai alamat KTP terakhir? Paparannya ngurus sesuai KTP, tetapi di QA nya harus sesuai wilayah tempat lahir. Apa bisa di Disdukcapil dua-duanya? (Lahir: Bandung, KTP sekarang Jakarta)

    BalasHapus