Kamis, 07 Desember 2017

THE KOMODO DRAGON IN FLORES, INDONESIA

Tahukah kamu kalau Indonesia memiliki kadal raksasa yang terkenal di seluruh dunia. Yup, Komodo adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di Pulau Komodo, Labuan Bajo, Flores, Indonesia. Termasuk anggota famili biawak Varanidae dan Klad Toxicofera, dengan panjang rata-rata 2-3 meter. Bahkan Pulau Komodo ini menjadi “New 7 Wonders of Nature in The World 2017”. Keren ya!

When to go
Waktu terbaik mengunjungi Pulau Komodo adalah sekitar bulan April – Juni, karena di bulan ini cuaca sangat bagus dan kamu akan mudah menemukan komodo yang berkeliaran. Saya mengunjungi Pulau Komodo tanggal 24-28 Juni 2017. Tepatnya satu hari sebelum lebaran, ide yang muncul tiba-tiba karena saya tidak ingin menghabiskan liburan panjang hanya di rumah saja J Searching paket open trip di instagram dan nemu’in yang cocok. (IG : travelsociety.co). Hindari mengunjungi Pulau Komodo di bulan Juli – September karena itu adalah musim kawin, dan Komodo-Komodo itu akan bersembunyi di dalam hutan yang tidak terjangkau manusia jadi kamu akan sulit menemukan mereka berkeliaran di musim kawin.
 
Things to do
Alasan kenapa saya memilih paket open trip di travelsociety.co karena selama trip akan menginap di kapal, di mana saat kamu bangun, kamu melihat lautan luas dan sunrise serta sunset yang indah di laut.

Kelor Island
Satu kata untuk pulau ini “INDAH”, di pulau ini ada bukit yang bisa kamu daki, bukit ini memiliki kemiringan lebih dari 45 derajat jadi butuh usaha lebih untuk sampai ke puncaknya. Saya tidak mendaki sampai puncak karena jalurnya cukup terjal dan lelah haha. Saya hanya mendaki setengah dari bukit ini, namun pemandangan yang terlihat pun sudah sangat indah, sepadan dengan usaha mendakinya. Saya suka sekali melihat perpaduan warna laut yang terlihat dari bukit, speechless lah pokoknya!




Rinca Island
Kamu bisa menemukan komodo di Pulau Rinca ini, karena manusia dan Komodo hidup berdampingan di pulau ini. Konon ceritanya, ada seorang putri yang di beri nama Putri Naga yang hidup dan tinggal di Pulau ini. Kemudian dia menikah dengan seorang pemuda dari seberang yang bernama Moja. Lalu si Putri hamil dan melahirkan anak kembar 2 (laki-laki), namun kedua anak tersebut memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Satu berbentuk manusia dan satunya berbentuk kadal. Hal ini membuat Putri Naga dan Moja malu. Bayi yang berbentuk kadal diberi nama “Orah” dan bayi berbentuk manusia diberi nama “Gerong”. Seteleh beranjak dewasa, si Gerong pergi berburu dan melihat kadal raksasa, saat akan membunuh kadal tersebut dengan tombak, ibunya si Putri Naga mencegahnya dan memberitahukan dia bahwa kadal raksasa itu adalah saudara kembarnya. Karena itulah, masyarakat di Pulau ini memperlakukan Komodo dengan sangat baik. Tapi jangan coba-coba keliling pulau ini tanpa Ranger ya! 


Padar Island
Mengunjungi Pulau Padar menjelang sunrise maka kamu akan di suguhkan dengan pemandangan sunrise terbaik. Tapi untuk mendapatkan foto terbaik yang instagramable banget, kamu harus trekking, yang jalurnya lumayan lah bikin lelah. 

Pink Beach
Pantai yang cantik banget karena pasirnya warna pink gitu. Di jamin betah berjemur di sana.


Gili Lawa Darat
Melihat sunset di Gili Lawa Darat adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Karena usaha mencapai puncak bukit ini benar-benar wah deh pokoknya. Tapi saat kamu di puncaknya dan lihat betapa indahnya pemadangan di sana, saya merasa benar-benar kecil, manusia itu tidak ada apa-apanya jadi jangan sombong. 


 
Kanawa Island
Pantai pasir putihnya membuat siapapun ingin berguling-guling dan jernihnya air di pantai ini super banget deh, kalau kamu hobby diving/snorkling, this is a paradise! Di pulau ini saya hanya berjemur memandang lautan luas sambil makan kentang goreng dan jus semangka. Tenang banget deh!



Komodo National Park
Komodo National Park terletak di Pulau Komodo, selain di Pulau Rinca, kamu bisa melihat komodo di National Park ini. Wilayah darat taman nasional ini 603 km persegi dan wilayah totalnya adalah 1817 km persegi. Kawasan ini di tetapkan sebagai Taman Nasional Komodo pada tanggal 6 Maret 1980.



Taka Makassar
Ini tempat yang sangat unik karena pasir yang timbul dan membentuk pulau. Berada di Taka Makassar ini seperti berada di kolam renang pribadi. Tenang gak ada ombak, sangat jernih airnya, dan tidak terlalu dalam. Kapal besar di larang mendekat ke Pulau ini karena di sekitar Pulau ini banyak terumbu karang.  



Accomodation 
Selama 2 malem saya menginap di Ciao Hostel, ada rooftop cafe di hostel ini dengan pemandangan yang top banget. 



Dan 3 malemnya saya menginap di kapal dengan pemandangan lautan lepas.


Tips
1.      Memakai pakaian dan sepatu yang nyaman
2.      Menggunakan sunblock
3.      Menggunakan topi dan kacamata hitam
4.      Membawa botol minum
5.      Membawa kamera utk mengabadikan moment
6.      Membawa handuk kecil/tissue basah
7.      Mempersiapkan stamina

How Much The Expense
Flight tanggal 24 Juni 2017 Jakarta (06.15) – Bali (09.05) by Sriwijaya Air, transit di Bali, Bali (10.05) – Labuan Bajo (11.00) by NAM Airlines Rp 2.684.973
Flight tanggal 28 Juni 2017 Labuan Bajo (16.45) – Jakarta (18.00) by Garuda Indonesia (direct flight) Rp 2.371.429
Paket Tour 5 hari 4 malam by travelsociety.co Rp 2.670.000
Taxi dari rumah ke Soeta Airport Rp 210.000
Wrapping tas Rp 50.000
Dinner (Lasagna, aqua botol, jus semangka) di Ciao Hostel Rp 98.000
Kentang Goreng dan jus semangka di Kanawa Island Rp 100.000
Cemilan (aqua dan chiki) dan dinner (nasi dan cumi saus tiram) Rp 50.000
Breakfast (omelette dan kentang goreng) di Ciao Hostel Rp 68.000
Bus Damri AC dari Soeta Airport ke terminal Rawamangun Rp 40.000
Angkot dari terminal Rawamangun ke Rumah Rp 5.000
Total Rp 8.347.402
 

Kalau mau lihat foto-foto lengkapnya bisa cek di https://www.instagram.com/rizki.qq1210 atau fb.me/travelstoriesofrizki

Terima kasih sudah membaca dan semoga artikel ini bisa menginspirasi. Do not stop to travel!

 




 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar